Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang

Melayani sepenuh hati

Pengawas SMP

Mendampingi Satuan Pendidikan

Branding Sekolah

In House Training

Jumat, 19 Desember 2025

Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah


 Isu fatherless di Indonesia membutuhkan perhatian serius dan penanganan lintas sektor untuk mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Fenomena fatherless tidak hanya terjadi ketika ayah secara fisik tidak hadir, tetapi juga mencakup kurang terlibatnya ayah secara emosional, meskipun masih tinggal bersama keluarga. Berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) tahun 2025, didapati satu dari empat keluarga yang memiliki anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless sebesar 25,8%. Faktor ekonomi seperti ayah yang tidak bekerja dan disfungsi relasi keluarga seperti perceraian, cenderung menjadi dua faktor teratas yang menyumbang besarnya angka fatherless di Indonesia. Kondisi fatherless berdampak pada munculnya masalah akademik, perilaku agresif, hingga keterlibatan dalam perilaku berisiko. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya untuk mendorong keterlibatan ayah dalam kehidupan anak secara lebih nyata, baik di rumah maupun di lingkungan pendidikan. Sekolah merupakan salah satu ruang strategis bagi ayah untuk menunjukkan kehadiran dan dukungan terhadap perkembangan anak. Selain itu, keterlibatan ayah di ranah pendidikan dapat memperkuat komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah dalam memantau proses belajar. Ayah yang terlibat dalam pendidikan anak dan remaja membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Berdasarkan hal tersebut, maka dirasa penting untuk menciptakan sebuah gerakan untuk meningkatkan peran ayah dalam mendukung pendidikan anak dan remaja.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) mengimplementasikan strategi nasional dalam menguatkan ketahanan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelibatan ayah di ranah pendidikan dengan mengambil rapor anak ke sekolah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kehadiran ayah di sekolah, tetapi menjembatani penguatan peran ayah dalam pengasuhan dan komunikasi antara orang tua dengan anak.

Gerakan ini bertujuan untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini. Melalui kehadiran ayah pada momen penting tersebut, tercipta kedekatan emosional yang berpengaruh positif terhadap rasa percaya diri, kenyamanan, dan kesiapan anak dalam menjalani proses belajar. Gerakan ini juga menjadi simbol perubahan budaya pengasuhan di Indonesia, dari yang semula terpusat pada peran ibu, menjadi lebih kolaboratif dan setara. Sejalan dengan mandat Kemendukbangga/BKKBN untuk membangun keluarga berkualitas dan generasi emas, keterlibatan ayah dalam pendidikan anak bukan hanya menjadi kebutuhan emosional, tetapi juga investasi sosial jangka panjang.

Dalam Surat Edaran ini memberikan penjelasan lebih lanjut terkait mekanisme pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah.

 1. Bagi seluruh ayah yang memiliki anak usia sekolah dihimbau untuk mengambil rapor anak ke sekolah pada waktu penerimaan rapor di akhir semester; 

2. Anak usia sekolah yang dimaksud dalam gerakan ini adalah anak usia sekolah pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah; 

3. Pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah dimulai pada bulan Desember 2025, dengan menyesuaikan jadwal pengambilan rapor di sekolah masing-masing;

 4. Bagi ayah yang mengikuti gerakan ini diberikan dispensasi keterlambatan sesuai dengan ketentuan masing-masing instansi atau kantor; 

5. Sebagai bentuk apresiasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dalam pelaksanaan Mengambil Rapor Anak ke Sekolah, Kemendukbangga/BKKBN memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) ayah yang beruntung dengan mengunggah foto dan/atau video ke platform Instagram dengan menggunakan tagar #GATI dan #sekolahbersamaayah, serta menandai akun Instagram @kemendukbangga_bkkbn, @dithanrembkkbn dan/atau (@gatikemendukbangga.

DOWNLOAD SURAT EDARAN

Rabu, 17 Desember 2025

SE MENDIKDASMEN NOMOR 14 TAHUN 2025 TENTANG KEGIATAN MURID SELAMA LIBUR NATAL 2025 DAN TAHUN BARU 2026

 Dalam rangka pelaksanaan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 202512026, sebagian besar pemerintah daerah telah menetapkan libur akhir semester ganjil pada akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026 sesuai kewenangan masing-masing. Menimbang bahwa penetapan tanggal hari libur semester ganjil bertepatan dengan masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, serta untuk mendukung penguatan perekonomian nasional pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, maka perlu menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik lndonesia tentang Kegiatan Murid Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Maksud dan tujuan Surat Edaran ini yaitu: 

a. Maksud

 Sebagai panduan bagi Pemerintah Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Satuan Pendidikan dalam melaksanakan libur sekolah sebagai bagian penting dari proses pendidikan untuk memberikan kesempatan istirahat bagi murid, pendidik, dan tenaga kependidikan, sekaligus rurang bagi keluarga untuk berkumpul, melakukan perjalanan, dan beraktivitas pada periode Natal dan Tahun Baru.

b. Tujuan 

Mengimbau Pemerintah Derah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Satuan Pendidikan dalam melaksanakan kegiatan selama libur sekolah untuk dapat memastikan pemenuhan hak, peqlindungan, dan keamanan murid selama libur, serta memastikan murid kembali ke sekolah dalam keadaan sehat, selamat, dan siap belajar pada awal semester berikutnya. 

3 Dasar Hukum 

a. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2OO3 tentang Sistem Pendidikan Nasional; b. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan; dan c. a. Peraturan Presiden Nomor 188 Tahun 2024 tentang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. 4. Isi Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan untuk melaksanakan kebijakan libur semester ganjil sesuai dengan kalender pendidikan tahun ajaran 202512026 yang telah ditetapkan. b c Kepala Satuan Pendidikan untuk tidak membebani murid dengan pekerjaan rumah (PR) atau proyek liburan yarrg berlebihan, terutama yang menuntut biaya tambahan besar atau kewajiban penggunaan gawai dan internet secara intensif. Apabila sekolah memberikan penugasan, diharapkan penugasan tersebut sederhana, menyenangkan, dapat dikerjakan bersama keluarga, dan tidak menimbulkan beban finansial bagi orang tua. Kepala Satuan Pendidikan melaksanakan hal-hal sebagai berikut, 1) menyampaikan kepada murid penguatan pesan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) mengenai perilaku aman selama libur sekolah, antara lain, a. mengenali risiko di lingkungan tempat tinggal dan tujuan perjalanan; b. mengetahui jalur evakuasi di rumah dan lingkungan;

c. mengetahui nomor layanan darurat yang dapat dihubungi; d. keselamatan di jalan (pejalan kaki, pengguna sepeda, kendaraan umum/pribadi); e. keselamatan di pantai, gunung, dan tempat lainnya; dan f. perilaku aman di rumah saat bermain dan menggunakan peralatan listrik/ gawai. 2) menyampaikan kepada orang tua/wali murid untuk memanfaatkan libur sekolah: a. waktu berkualitas bersama anak, antara lain melalui: 1. kegiatan sederhana sehari-hari (memasak, mengatur keuangan rumah tangga, membersihkan rumah) yang dapat menjadi sarana belajar keterampilan hidup (lile skills); 2. dialog tentang pengalaman anak di sekolah, minat, dan rencana masa depan anak; dan 3. kegiatan rekreasi dan perjalanan yang disesuaikan dengan kemampuan keluarga. b. kebiasaan aktivitas positif di rumah yang mendorong literasi, numerasi, dan karakter, seperti: 1. membaca buku atau bahan bacaan lain bersama anak; 2. permainan yang melatih logika, kerjasama, dan kreativitas; dan 3. kegiatan seni, olahraga, dan budaya sesuai minat anak. c. kebijakan penggunaan gawai dan internet, dengan cara: 1. menetapkan batas waktu penggunaan gawai (screen timel yang wajar dan disepakati bersama anak; 2. mendampingi anak ketika mengakses internet dan media sosial; dan 3. mengarahkan anak memanfaatkan konten yang bermanfaat dan menghindarkan anak dari konten yang mengandung kekerasan, pornografi, perjudian, pemndungan, dan disinformasi. d. fasilitasi dan pendampingan anak dalam kegiatan rekreasi sosial dan bermasyarakat, seperti: 1. kegiatan keagamaan di masyarakat; 2. aktivitas seni dan olahraga di lingkungan; 3. kunjungan teman dan silaturahmi dengan keluarga; dan 4. kegiatan-kegiatan bermasyarakat secara positif lainnya. e. perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi, termasuk: 1. kekerasan fisik, psikis, dan kekerasan berbasis gender; 2. keterlibatan anak dalam pekerjaan yang mengganggu hak belajar, bermain, dan beristirahat; dan 3. praktik pernikahan usia dini. f. bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus, diharapkan: 1. menjaga rutinitas dasar anak (iam tidur, pola makan, aktivitas harian); 2. memberikan stimulasi sesuai kebutuhan dan kemampuan anak; dan 3. berkomunikasi dengan guru atau satuan pendidikan apabila membutuhkan dukungan tambahan atau penyesuaian tertentu selama dan setelah masa libur. 3) menjaga keamanan aset sekolah, termasuk laboratorium, perangkat TIK, ruang perpustakaan, serta sarana prasarana pendidikan lainnya selama masa libur, melalui pengaturan petugas piket dan koordinasi dengan pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku. 4) Menyediakan kanal pelaporan (kontak sekolah, wali kelas, atau layanan pengaduan yang relevan) apabila orang tua/wali membutuhkan informasi atau ingin melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan dan perlindungan murid selama masa libur.


Praktik Baik : Pendampingan Sekolah Binaan Melalui Alur BINAR

 


I. PENDAHULUAN

 .      Latar belakang pemilihan topik dan judul

Kurikulum Merdeka hadir sebagai semangat dari perubahan, memberikan kebebasan kepada setiap sekolah untuk memberikan pembelajaran yang interaktif dan inovatif. Pada tahun ajaran 2025/2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan Permendikdasmen nomor 13 tahun 2025 yang menekankan bahwa pembelajaran mendalam sebagai fondasi dari seluruh proses pembelajaran. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi satuan pendidikan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam. Guru dan Kepala Sekolah pada satuan pendidikan yang mendapat BOS Kinerja mendapatkan pelatihan langsung dari BBGTK mengenai Pembelajaran Mendalam. Sedangkan bagi satuan pendidikan yang tidak mendapat BOS Kinerja dalam memahami dan menerapkan pembelajaran mendalam harus mengikuti pelatihan mandiri secara online. Sehingga perbedaan perlakuan ini menjadi kesenjangan dalam menerapkan pembelajaran mendalam.

Adanya kesenjangan ini menjadikan peran pengawas atau pendamping satuan pendidikan sangat vital. Pengawas sekolah tidak hanya melakukan mengawasi keterlaksanaan pembelajaran, tetapi lebih dari itu yaitu sebagai pendamping kepala sekolah dan guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam. Pundak seorang pengawas sekolah memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjembatani jurang antara harapan dan realita tersebut. Memberikan ruang untuk guru kepala sekolah dalam memahami dan menerapkan pendekatan pembelajaran serta memastikan bahwa pembelajaran berjalan sesuai dengan kualitas dan mutu yang diharapkan. Gayung bersambut keinginan guru dan kepala sekolah tersebut bersambut dengan semangat pengawas sekolah dalam melaksanakan pendampingan Pembelajaran Mendalam melalui JABAR BERAKSI.

B.    Tujuan pelaksanaan kegiatan praktik baik

Tujuan pelaksanaan praktik baik ini adalah untuk mengenalkan dan menerapkan pembelajaran mendalam pada sekolah binaan. Dengan komitmen besar untuk menerapkan pembelajaran mendalam.

II.         ISI

A.  Situasi

Kondisi Sebelum Melakukan Praktik Baik

     Sekolah mengalami kebingungan dalam mengimpelemntasikan pembelajaran mendalam. Pembelajaran yang selama ini dilakukan belum menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam.

Mengapa Praktik Baik Ini Penting

     Perlu adanya pendampingan pembelajaran mendalam melalui kegiatan in house training dan supervisi pembelajaran. Pembelajaran yang menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam dapat menguatkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yaitu siswa gemar  belajar sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajar siswa yang sejalan dengan harapan Kurikulum Merdeka yang fleksibel dan berpusat pada siswa.

 

B. Tantangan

Implementasi praktik baik dalam pendampingan pembelajaran mendalam ini memiliki tantangan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Hal tersebut terlihat dari mindset yang selama ini tertanam, dimana guru belum terbatas dalam memahami pembelajaran mendalam dan belum bisa merubah mindset menjadi growth mindset.

C. Aksi

Perencanaan

Pada tahap perencanaan, langkah awal yang saya telah lakukan adalah memetakan kekuatan dan kelemahan yang ada. Diawali dengan memetakan sekolah yang mendapat BOS Kinerja dan tidak. Kemudian melakukan observasi berbasis coaching serta wawancara terhadap guru akan kesulitan menerapkan pembelajaran mendalam. Kemudian membuat jadwal In House Training sesuai dengan kesepakatan dengan sekolah.

Pelasanaan

Kegiatan pendampingan dengan metoda training dilaksanakan pada sekolah yang tidak mendapat BOS Kinerja. Sebelum melaksanakan IHT, pengawas sekolah menyebarkan link web site yang memuat regulasi dan naskah akademik pembelajaran mendalam. Setelah guru dan kepala sekolah membaca regulasi dan naskah akademik PM. Pengawas sekolah melaksanakan in house training sampai kepada melakukan aksi nyata. Adapun alur yang digunakan yaitu alur BINAR (Berpikir, Inkuiri, Aksi Nyata dan Refleksi).  

Dalam alur Berpikir, guru dan kepala sekolah membaca regulasi dan naskah akademik PM yang diberikan pada link web site pengawasdikdas.blogspot.com. Kemudian pada alur inkuiri, pengawas sekolah melakukan IHT sesuai jadwal yang disepakati untuk mengulas hasil membaca dan menguatkan mengenai pembelajaran mendalam. Kemudian pada alur aksi nyata, guru menyusun rencana pembelajaran serta melaksanakan pembelajaran untuk disupervisi oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah. Kemudian pada alur evaluasi, pengawa sekolah dalam hal ini sebagai observer berdiskusi bersama guru untuk membahas hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan. 

 

D. Result

Pada tahap result saya akan membahasnya dengan teknik 4F (Fact, Feeling, Finding dan Future) sebagai berikut :

        Fact (Fakta yang ditemui)

Pendampingan Pembealajaran Mendalam menggunakan alur BINA telah memberikan dampak yang signifikan, hal ini terlihat dari rencana pembelajaran yang telah disusun guru mencerminkan PM. Sebelum IHT dilakukan rencana pembelajaran belum mencerminkan PM.

        Feeling (Perasaan yang dirasakan)

Setelah melaksanakan pendampingan PM dengan akur BINA,  guru merasa bangga dan puas akan pembelajaran yang diberikan karena sudah mengimpelementasikan PM.

 

        Finding (Penemuan baru)

Guru telah mampu menyusun rencana pembelajaran mendalam serta mengimplementasikannya.

        Future (Rencana masa depan)

Pelaksanakan pembelajaran mendalam akan terus diobservasi dengan kegiatan lesson study. Fondasi yang telah kokoh dan kuat dalam penguatan pembelajaran mendalam tidak hanya merubah mindset tapi lebih dari itu, yaitu menciptakan ekosistem yang adaptif dan inovatif. 

  

Selasa, 09 Desember 2025

Tugas Wali Kelas : Input Kehadiran Pada E-Rapor

 Input Kehadiran siswa digunakan untuk menginput Rekap Ketidakhadiran Siswa dalam 1 semester. Rekap ketidak hadiran ini akan ditampilkan pada halaman rapor siswa. Untuk membuka input kehadiran, klik menu "Input Kelengkapan", kemudian klik submenu "Input Kehadiran". Maka akan tampil seperti contoh gambar dibawah. selanjutnya, pilih kelas untukmenampilkan input ketidakhadiran siswakelas tersebut. Pada halaman input ketidakhadiran, silahkan diinputkan jumlah ketidakhadiran siswa pada kolom sakit ijin atau tanpa keterangan sesuai dengan jumlah ketidakhadiran yang dimiliki oleh siswa selama 1 semester. Klik Simpan data untuk menyimpan data ketidakhadiran tersebut.



Tugas Wali Kelas Pada E-Rapor (Update Data Siswa)

 Bagi guru yang mendapat tugas tambahan sebagai wali kelas akan mendapat tambahan menu wali kelas pada saat login aplikasi e-Rapor. Adapun tugas guru yang berperan sebagai wali kelas adalah sebagai berikut. 


A.Input Kelengkapan Rapor
1. Update data siswa
Data Siswa bersumber dari Dapodik. Penambahan dan Perbaikan Data Siswa dilakukan melalui Dapodik. Sedangkan untuk Data Pelengkap yang tidak disediakan webservice Dapodik dapat disesuaikan di Aplikasi e-Rapor sebelum proses cetak Rapor. Untuk membuka halaman Data Siswa, klik menu "Input Kelengkapan", kemudian klik submenu "Update Data Siswa".
untuk mengecek detail data Siswa, silahkan klik tombol "Opsi" yang terdapat disebelah kanan masing-masing siswa, kemudian klik "Detail".

untuk mengubah/edit data Siswa, silahkan klik tombol "Opsi" yang terdapat disebelah kanan masing-masing siswa, kemudian klik "edit". Silahkan lengkapi seluruh data yang diminta, kemudian klik "Simpan". 
  
Catatan : Selain data yang dapat diubah tersebut, perubahan harus dilakukan di Dapodik. 




Senin, 08 Desember 2025

Mengolah Hasil Asesmen Menjadi Nilai Akhir

 Tujuan pembelajaran yang dicapai murid merupakan bahan yang diolah menjadi nilai akhir mata pelajaran dalam kurun waktu pelaporan (biasanya satu semester). Untuk mendapatkan nilai akhir mata pelajaran tersebut, data kuantitatif langsung diolah, sedangkan untuk deskripsi, pendidik dapat memberikan penjelasan mengenai kompetensi yang sudah dikuasai murid, dan kompetensi yang belum dikuasai, serta dapat ditambahkan tindak lanjut secara ringkas.

Misalnya, dalam 1 semester ada 6 tujuan pembelajaran untuk mata pelajaran IPA, 7 tujuan pembelajaran untuk Bahasa Indonesia, dan 5 tujuan pembelajaran untuk mata pelajaran Agama (contoh hanya 3 mata pelajaran, tetapi cara ini dapat berlaku untuk semua mata pelajaran). 

Asumsi: satuan pendidikan menggunakan rentang nilai untuk ketercapaian tujuan pembelajaran. Rentang ini bisa sama untuk setiap mata pelajaran atau berbeda, tergantung kesepakatan para pendidik di satuan pendidikan. 

Ketercapaian ditentukan untuk setiap tujuan pembelajaran, bukan hasil akhir pengolahan nilai sumatif per mata pelajaran. Ketidaktuntasan ditandai (*) di tujuan pembelajaran tertentu saja. Hal ini bertujuan untuk mengomunikasikan kepada orang tua dan murid tentang tujuan pembelajaran mana yang belum dituntaskan oleh murid.

Contoh: Para pendidik menyepakati bahwa rentang nilai 0-55 belum masuk kategori ketercapaian dan 56-100 sudah masuk kategori ketercapaian. Sebelum menyepakati rentang nilai, pendidik terlebih dahulu menentukan kriteria/indikator ketercapaian tujuan pembelajaran. Yang perlu digaris bawahi adalah bahwa Pendidik membuat kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, bukan hanya berupa angka.


 Pendidik dapat juga membuat tabel di atas untuk tujuan pembelajaran yang tidak setara (progresif). Sebagai contoh pendidik mempunyai TP1, TP2, TP3, TP4, yang bukan setara atau lepas. Tujuan Pembelajaran tersebut masih dalam sebuah rangkaian proses yang berkelanjutan sehingga hitungan 100%-nya dapat diperoleh pada TP4. Artinya, TP1 adalah prasyarat untuk TP2, sedangkan TP2 adalah prasyarat untuk TP3, dst. Artinya, jika bentuk datanya sebagai pembelajaran prasyarat serta menunjukkan progres, maka pendidik cukup mengambil angka akhir saja (pada TP 4).

Minggu, 07 Desember 2025

Jenis Soal Tes Kemampuan Akademik


 

Mata uji untuk TKA jenjang SD/Mi/sederajat dan SMP/MTs/sederajat mencakup Bahasa Indonesia dan Matematika. Peserta TKA Mengerjakan kedua mata uji tersebut. 

Jenis soal dalam TKA mencakup soal tunggal dan soal grup. Soal tunggal merupakan soal yang berdiri sendiri, tidak terkait dengan soal-soal lain. Soal grup adalah sekumpulan soal yang mengacu pada sebuah stimulus yang sama.

Ada tiga bentuk soal dalam TKA, yaitu :

1. Pilihan ganda sederhana, peserta diminta memilih satu jawaban dari pilihan yang tersedia.

2. Pilihan ganda kompleks (PGK) model multiple choice multiple answer (MCMA), peserta diminta memilih lebih dari satu pilihan yang dianggap benar, dan

3. pilihan ganda kompleks (PGK) model kategori, peserta diminta untuk memberi respon untuk masing-masing pernyataan tersebut.

Contoh soal Pilihan ganda sederhana

Harga setengah kilogram cabe rawit pada hari ini adalah Rp35.000,00. 

Jika hari ini Ibu membeli cabe rawit seberat  kilogram, total harga yang harus dibayar Ibu adalah ….  

                         A.Rp175.000,00

       B.

Rp157.500,00

Rp140.000,00

Rp87.500,00

Contoh soal PG kompleks MCMA
Terdapat tiga bilangan yang dinyatakan dengan (332 − 32), (82 + 296), dan (36 × 35).

Bilangan apa saja yang merupakan faktor persekutuan ketiga bilangan tersebut?


Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

                  23 × 33 × 7
                22 × 32 × 7
                22 × 32 × 5
                2 × 32 × 5

Contoh soal PGK model kategori

Misalkan dan merupakan dua bilangan real sehingga sistem persamaan linear (SPL) 


 mempunyai solusi (𝑥, 𝑦) (5,-2).

Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut terkait dengan nilai dan b!

Pernyataan

merupakan bilangan prima.

merupakan bilangan ganjil.

10a + b = 31.

BenarSalah

Kegiatan Murid Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026


 Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dasar dan Menengah Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kegiatan Murid Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, bahwa dalam rangka pelaksanaan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2025/2026, sebagian besar pemerintah daerah telah menetapkan libur akhir semester ganjil pada akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026 sesuai kewenangan masing-masing. Menimbang bahwa penetapan tanggal hari libur semester ganjil bertepatan dengan masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, serta untuk mendukung penguatan perekonomian nasional pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, maka perlu menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik lndonesia tentang Kegiatan Murid Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

Maksud dan tujuan Surat Edaran ini yaitu: 

a. Maksudnya sebagai panduan bagi Pemerintah Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Satuan Pendidikan dalam melaksanakan libur sekolah sebagai bagian penting dari proses pendidikan untuk memberikan kesempatan istirahat bagi murid, pendidik, dan tenaga kependidikan, sekaligus ruang bagi keluarga untuk berkumpul, melakukan perjalanan, dan beraktivitas pada periode Natal dan Tahun Baru.

b. Tujuannya mengimbau Pemerintah Derah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Satuan Pendidikan dalam melaksanakan kegiatan selama libur sekolah untuk dapat memastikan pemenuhan hak, perlindungan, dan keamanan murid selama libur, serta memastikan murid kembali ke sekolah dalam keadaan sehat, selamat, dan siap belajar pada awal semester berikutnya. 

Isi Surat Edaran

1. Kepala Dinas Pendidikan untuk melaksanakan kebijakan libur semester ganjil sesuai dengan kalender pendidikan tahun ajaran 202512026 yang telah ditetapkan. 

2. Kepala Satuan Pendidikan untuk tidak membebani murid dengan pekerjaan rumah (PR) atau proyek liburan yang berlebihan, terutama yang menuntut biaya tambahan besar atau kewajiban penggunaan gawai dan internet secara intensif. Apabila sekolah memberikan penugasan, diharapkan penugasan tersebut sederhana, menyenangkan, dapat dikerjakan bersama keluarga, dan tidak menimbulkan beban finansial bagi orang tua. 

3. Kepala Satuan Pendidikan melaksanakan hal-hal sebagai berikut, 

1) menyampaikan kepada murid penguatan pesan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) mengenai perilaku aman selama libur sekolah, antara lain,

 a. mengenali risiko di lingkungan tempat tinggal dan tujuan perjalanan;

 b. mengetahui jalur evakuasi di rumah dan lingkungan; 

c. mengetahui nomor layanan darurat yang dapat dihubungi; 

d. keselamatan di jalan (pejalan kaki, pengguna sepeda, kendaraan umum/pribadi); 

e. keselamatan di pantai, gunung, dan tempat lainnya; dan

 f. perilaku aman di rumah saat bermain dan menggunakan peralatan listrik/ gawai.

2) menyampaikan kepada orang tua/wali murid untuk memanfaatkan libur sekolah: 

a. waktu berkualitas bersama anak, antara lain melalui: 

1. kegiatan sederhana sehari-hari (memasak, mengatur keuangan rumah tangga, membersihkan rumah) yang dapat menjadi sarana belajar keterampilan hidup (life skills); 

2. dialog tentang pengalaman anak di sekolah, minat, dan rencana masa depan anak; dan 

3. kegiatan rekreasi dan perjalanan yang disesuaikan dengan kemampuan keluarga. 

b. kebiasaan aktivitas positif di rumah yang mendorong literasi, numerasi, dan karakter, seperti: 

1. membaca buku atau bahan bacaan lain bersama anak;

 2. permainan yang melatih logika, kerjasama, dan kreativitas; dan 

3. kegiatan seni, olahraga, dan budaya sesuai minat anak. 

c. kebijakan penggunaan gawai dan internet, dengan cara:

1. menetapkan batas waktu penggunaan gawai (screen timel yang wajar dan disepakati bersama anak;

 2. mendampingi anak ketika mengakses internet dan media sosial; dan 

3. mengarahkan anak memanfaatkan konten yang bermanfaat dan menghindarkan anak dari konten yang mengandung kekerasan, pornografi, perjudian, perundungan, dan disinformasi. 

d. fasilitasi dan pendampingan anak dalam kegiatan rekreasi sosial dan bermasyarakat, seperti: 

1. kegiatan keagamaan di masyarakat; 

2. aktivitas seni dan olahraga di lingkungan; 

3. kunjungan teman dan silaturahmi dengan keluarga; dan

4. kegiatan-kegiatan bermasyarakat secara positif lainnya.

 e. perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi, termasuk: 

1. kekerasan fisik, psikis, dan kekerasan berbasis gender; 

2. keterlibatan anak dalam pekerjaan yang mengganggu hak belajar, bermain, dan beristirahat; dan 

3. praktik pernikahan usia dini. 

f. bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus, diharapkan: 

1. menjaga rutinitas dasar anak (jam tidur, pola makan, aktivitas harian); 

2. memberikan stimulasi sesuai kebutuhan dan kemampuan anak; dan 

3. berkomunikasi dengan guru atau satuan pendidikan apabila membutuhkan dukungan tambahan atau penyesuaian tertentu selama dan setelah masa libur.

 3) menjaga keamanan aset sekolah, termasuk laboratorium, perangkat TIK, ruang perpustakaan, serta sarana prasarana pendidikan lainnya selama masa libur, melalui pengaturan petugas piket dan koordinasi dengan pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku. 

4) Menyediakan kanal pelaporan (kontak sekolah, wali kelas, atau layanan pengaduan yang relevan) apabila orang tua/wali membutuhkan informasi atau ingin melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan dan perlindungan murid selama masa libur.

DOWNLOAD Surat Edaran

Menginput Nilai Kokurikuler (Khusus Koordinator Projek)

 


Bagi guru yang ditugaskan sebagai Koordinator Projek, maka pada guru tersebut akan tampil menu Nilai Kokurikuler. Untuk membuka input ketercapaian kokurikuler, klik menu "Nilai Kokurikuler", kemudian pilih submenu "Input Nilai Kokurikuler", sehingga tampil seperti contoh pada gambar.


Selanjutnya pilih kelompok, nama kegiatan dan dimensi profil lulusan yang dikembangkan dalam kegiatan kokurikuler tersebut. Setelah memilih dimensi profil lulusan, maka akan ditampilkan subdimensi profil lulusan dan kolom input hasil capaian siswa dalam bentuk predikat Berkembang, Cakap dan Mahir. Silahkan pilih capaian subdimensi tersebut untuk masing-masing siswa pada kolom Capaian Subdimensi Profil Lulusan. Klik "Simpan Data" untuk menyimpan data nilai/capaian yang telah diinput. Jika ingin mengetahui alur perkembangan kompetensi profil lulusan untuk dimensi dan subdimensi tersebut klik tombol ”Alur Perkembangan” 

Lakukan Proses yang sama untuk menginput capaian Dimensi dan sub dimensi yang lainnya. Selain input langsung, ketercapaian profil lulusan tersebut dapat diimport langsung dari file excel, namun formatnya harus diunduh dari aplikasi e-Rapor ini. Berikut ini adalah langkah input nilai rapor melalui metode import. Untuk membuka import ketercapaian kokurikuler, klik menu "Nilai Kokurikuler", kemudian pilih submenu "Import Nilai Kokurikuler", kemudian Pilih Kelompok dan Jenis Kegiatan Kokurikuler yang ingin diisi nilainya, sehingga tampil seperti contoh gambar berikut.

 Untuk mengunduh Format Import nilai , klik tombol "Download Format kelompok ini". Setelah didownload, Buka file excel format tersebut, kemudian lengkapi datanya, setelah diisi, silahkan disimpan dalam format xls atau xlsx.

Catatan : 
 ✓ Dalam pengisian data nilai pada format excel tersebut, baca keterangan pada format dengan cermat agar tidak salah dalam pengisian data. 
 ✓ Pada kolom ketercapaian profil lulusan, isikan nilai 1 jika Berkembang, 2 jika Cakap dan 3 jika Mahir. 
 ✓ Untuk mengetahui alur perkembangan kompetensi pada dimensi dan subdimensi profil lulusan dapat dicek dibagian bawah format nilai tersebut. 
 Selanjutnya untuk proses import, langkahnya : 
 ✓ Buka halaman import nilai kokurikuler, 
 ✓ Pada kolom Pilih File Nilai Kokurikuler, klik "choose File". 
 ✓ Pilih file nilai kokurikuler yang telah diisi dalam format excel 
 ✓ klik tombol "Import Nilai Kokurikuler", tunggu hingga proses selesai. 
Setelah selesai input nilai capaian kokurikuler, langkah terakhir yang dilakukan adalah input deskripsi kokurikuler. Deskripsi kokurikuler ini memuat deskripsi pencapaian peserta didik terhadap profil lulusan melalui kegiatan kokurikuler. Untuk membuat deskripsi kokurikuler tersebut, klik menu "Nilai Kokurikuler", pilih submenu "Deskripsi Kokurikuler", sehingga tampil halaman seperti gambar. Pilih kelompok kokurikuler, sehingga ditampilkan halaman input deskripsi kokurikuler. Setelah tampil halaman input deskripsi, silahkan isi deskripsi capaian profil lulusan setiap siswa. Untuk membuat deskripsi capaian profil lulusan secara otomatis berdasarkan nilai capaian kokurikuler, klik tombol "Generate Otomatis dari Nilai Kokurikuler", maka sistem akan membuatkan deskripsi otomatis berdasarkan hasil capaian kokurikuler yang diinpur oleh koordinator kokurikuler. Silahkan disesuaikan setiap deskripsi yang dibuat. Jika sudah sesuai, klik tombol "Simpan Data" untuk menyimpan Deskripsi Kokurikuler.



Sabtu, 06 Desember 2025

Menginput Nilai Ekstrakurikuler


        Bagi guru yang ditugaskan sebagai pembina ekstrakurikuler, maka pada guru tersebut akan tampil menu input nilai esktrakurikuler. Untuk menginput nilai esktrakurikuler, klik menu "Input Nilai Ekskul", sehingga tampil halaman input nilai seperti gambar.


Selanjutnya, pilih kelas ekskul yang dibina, dan pilih rombel. Klik tombol "input nilai ekskul" untuk menginput nilai ekskul tiap siswa di rombel tersebut. Setelah tampil halaman input nilai ekskul, silahkan isikan predikat nilai ekskul yang diperoleh oleh tiap siswa, serta ketikkan deskripsi ketercapaian kompetensi yang telah dicapai oleh masing-masing siswa pada kolom deskripsi. Klik "Simpan" nilai untuk menyimpan nilai ekskul yang telah diinput. Tampilan halaman input nilai ektrakurikuler oleh pembina ekskul.


Catatan : 

Jika data siswa belum tampil di daftar ekskul, artinya pengisian data ekskul di Dapodik belum lengkap, silahkan koordinasikan dengan admin dan operator sekolah. Jika input nilai ekstrakurikuler berhasil, maka akan ditampilkan di halaman input seperti contoh gambar berikut. 


Jika anda ingin menghapus nilai yang telah diinput, silahkan klik tombol "Hapus" pada masing masing nilai siswa tersebut.


 Selain input langsung, nilai ekskul dapat diimport langsung dari file excel, namun formatnya harus diunduh dari aplikasi e-Rapor ini. Berikut ini adalah langkah input nilai ekskul melalui metode import. ✓ Buka menu input nilai ekskul. 

 ✓ Pilih Kelas dan Rombel yang ingin diisi nilainya. 

 ✓ Untuk mengunduh Format Import nilai , klik tombol "Download Format Import" 

 ✓ Buka file excel format tersebut, kemudian lengkapi datanya, setelah diisi, silahkan disimpan dalam format xls atau xlsx.


Catatan : Dalam pengisian data nilai pada format excel tersebut, baca keterangan pada format dengan cermat agar tidak salah dalam pengisian data. Selanjutnya untuk proses import, langkahnya : Buka kembali halaman input nilai ekstrakurikuler, selanjutnya untuk proses import, klik "choose File" pada kolom Pilih File Nilai. Pilih file nilai ekskul yang telah diisi dalam format excel, setelah nama file ditampilkan, klik tombol "Import Nilai", tunggu hingga proses selesai.


 

Jumat, 05 Desember 2025

Menginput Nilai Profil Lulusan

Bagi guru mata pelajaran yang mengajar pada kelas dengan kurikulum 2013, mulai tahun ajaran 2025/2026 maka akan memperoleh menu tambahan ”Nilai DPL K2013”. Untuk Guru yang mengampu mata pelajaran pada Kurikulum 2013, memberikan penilaian sikap dalam bentuk laporan ketercapaian dimensi profil lulusan (DPL) berdasarkan hasil jurnal pengamatan selama 1 semester. Untuk membuka input capaian dimensi profil lulusan, klik menu "Nilai DPL K2013", pilih submenu "Input Nilai DPL" Selanjutnya, Pilih kelas dan Dimensi yang ingin diberikan penilaian. Pada halaman input nilai, silahkan berikan penilaian pada Subdimensi Profil Lulusan yang teramati dengan memilih predikat capaian subdimensi tersebut untuk masing-masing siswa. Setelah semua siswa diisi lengkap, klik tombol "Simpan" untuk menyimpan data tersebut.


”Lakukan langkah yang sama untuk menginput nilai karakter profil lulusan untuk dimensi lainnya” Catatan : Tiap guru hanya memberikan penilaian pada dimensi dan subdimensi profil lulusan yang menjadi target untuk dikembangkan selama proses pembelajaran dalam 1 semester. Laporan ketercapaian dimensi profil lulusan ini akan menjadi pertimbangan bagi wali kelas dalam menyusun deskripsi sikap yang nantinya ditampilkan di rapor siswa. Selain input langsung, capaian dimensi profil lulusan juga dapat diimport langsung dari file excel, namun formatnya harus diunduh dari aplikasi e-Rapor ini. Berikut ini adalah langkah input nilai dimensi profil lulusan melalui metode import. Untuk membuka Import Capaian DPL, klik menu " Nilai DPL K2013", pilih submenu "Import Nilai DPL". Selanjutnya pilih kelas dan klik "Download Format Import".

Untuk mengisi Format tersebut, silahkan diisikan kolom nilai capaian untuk masing-masing subdimensi profil lulusan yang dinilai saja. Nilai capaian dinyatakan dalam angka 1(berkembang), 2(cakap) atau 3(mahir).

Jangan lupa menyimpan setelah selesai mengisi data. Untuk mengimport nilai/capaian DPL langkahnya : Buka kembali halaman Import Capaian DPL. Pada Pilih File Nilai DPL silahkan klik "choose File" dan Pilih Format Nilai DPL yang sudah diisi kemudian "open". Klik "Import Nilai" untuk mengirim dan menyimpan nilai profil lulusan siswa tersebut, tunggu prosesnya hingga selesai.