Rabu, 17 Desember 2025

Praktik Baik : Pendampingan Sekolah Binaan Melalui Alur BINAR

 


I. PENDAHULUAN

 .      Latar belakang pemilihan topik dan judul

Kurikulum Merdeka hadir sebagai semangat dari perubahan, memberikan kebebasan kepada setiap sekolah untuk memberikan pembelajaran yang interaktif dan inovatif. Pada tahun ajaran 2025/2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan Permendikdasmen nomor 13 tahun 2025 yang menekankan bahwa pembelajaran mendalam sebagai fondasi dari seluruh proses pembelajaran. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi satuan pendidikan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam. Guru dan Kepala Sekolah pada satuan pendidikan yang mendapat BOS Kinerja mendapatkan pelatihan langsung dari BBGTK mengenai Pembelajaran Mendalam. Sedangkan bagi satuan pendidikan yang tidak mendapat BOS Kinerja dalam memahami dan menerapkan pembelajaran mendalam harus mengikuti pelatihan mandiri secara online. Sehingga perbedaan perlakuan ini menjadi kesenjangan dalam menerapkan pembelajaran mendalam.

Adanya kesenjangan ini menjadikan peran pengawas atau pendamping satuan pendidikan sangat vital. Pengawas sekolah tidak hanya melakukan mengawasi keterlaksanaan pembelajaran, tetapi lebih dari itu yaitu sebagai pendamping kepala sekolah dan guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam. Pundak seorang pengawas sekolah memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjembatani jurang antara harapan dan realita tersebut. Memberikan ruang untuk guru kepala sekolah dalam memahami dan menerapkan pendekatan pembelajaran serta memastikan bahwa pembelajaran berjalan sesuai dengan kualitas dan mutu yang diharapkan. Gayung bersambut keinginan guru dan kepala sekolah tersebut bersambut dengan semangat pengawas sekolah dalam melaksanakan pendampingan Pembelajaran Mendalam melalui JABAR BERAKSI.

B.    Tujuan pelaksanaan kegiatan praktik baik

Tujuan pelaksanaan praktik baik ini adalah untuk mengenalkan dan menerapkan pembelajaran mendalam pada sekolah binaan. Dengan komitmen besar untuk menerapkan pembelajaran mendalam.

II.         ISI

A.  Situasi

Kondisi Sebelum Melakukan Praktik Baik

     Sekolah mengalami kebingungan dalam mengimpelemntasikan pembelajaran mendalam. Pembelajaran yang selama ini dilakukan belum menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam.

Mengapa Praktik Baik Ini Penting

     Perlu adanya pendampingan pembelajaran mendalam melalui kegiatan in house training dan supervisi pembelajaran. Pembelajaran yang menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam dapat menguatkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yaitu siswa gemar  belajar sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajar siswa yang sejalan dengan harapan Kurikulum Merdeka yang fleksibel dan berpusat pada siswa.

 

B. Tantangan

Implementasi praktik baik dalam pendampingan pembelajaran mendalam ini memiliki tantangan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Hal tersebut terlihat dari mindset yang selama ini tertanam, dimana guru belum terbatas dalam memahami pembelajaran mendalam dan belum bisa merubah mindset menjadi growth mindset.

C. Aksi

Perencanaan

Pada tahap perencanaan, langkah awal yang saya telah lakukan adalah memetakan kekuatan dan kelemahan yang ada. Diawali dengan memetakan sekolah yang mendapat BOS Kinerja dan tidak. Kemudian melakukan observasi berbasis coaching serta wawancara terhadap guru akan kesulitan menerapkan pembelajaran mendalam. Kemudian membuat jadwal In House Training sesuai dengan kesepakatan dengan sekolah.

Pelasanaan

Kegiatan pendampingan dengan metoda training dilaksanakan pada sekolah yang tidak mendapat BOS Kinerja. Sebelum melaksanakan IHT, pengawas sekolah menyebarkan link web site yang memuat regulasi dan naskah akademik pembelajaran mendalam. Setelah guru dan kepala sekolah membaca regulasi dan naskah akademik PM. Pengawas sekolah melaksanakan in house training sampai kepada melakukan aksi nyata. Adapun alur yang digunakan yaitu alur BINAR (Berpikir, Inkuiri, Aksi Nyata dan Refleksi).  

Dalam alur Berpikir, guru dan kepala sekolah membaca regulasi dan naskah akademik PM yang diberikan pada link web site pengawasdikdas.blogspot.com. Kemudian pada alur inkuiri, pengawas sekolah melakukan IHT sesuai jadwal yang disepakati untuk mengulas hasil membaca dan menguatkan mengenai pembelajaran mendalam. Kemudian pada alur aksi nyata, guru menyusun rencana pembelajaran serta melaksanakan pembelajaran untuk disupervisi oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah. Kemudian pada alur evaluasi, pengawa sekolah dalam hal ini sebagai observer berdiskusi bersama guru untuk membahas hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan. 

 

D. Result

Pada tahap result saya akan membahasnya dengan teknik 4F (Fact, Feeling, Finding dan Future) sebagai berikut :

        Fact (Fakta yang ditemui)

Pendampingan Pembealajaran Mendalam menggunakan alur BINA telah memberikan dampak yang signifikan, hal ini terlihat dari rencana pembelajaran yang telah disusun guru mencerminkan PM. Sebelum IHT dilakukan rencana pembelajaran belum mencerminkan PM.

        Feeling (Perasaan yang dirasakan)

Setelah melaksanakan pendampingan PM dengan akur BINA,  guru merasa bangga dan puas akan pembelajaran yang diberikan karena sudah mengimpelementasikan PM.

 

        Finding (Penemuan baru)

Guru telah mampu menyusun rencana pembelajaran mendalam serta mengimplementasikannya.

        Future (Rencana masa depan)

Pelaksanakan pembelajaran mendalam akan terus diobservasi dengan kegiatan lesson study. Fondasi yang telah kokoh dan kuat dalam penguatan pembelajaran mendalam tidak hanya merubah mindset tapi lebih dari itu, yaitu menciptakan ekosistem yang adaptif dan inovatif. 

  

0 komentar:

Posting Komentar