I. PENDAHULUAN
. Latar belakang pemilihan topik dan judul
Kurikulum Merdeka hadir
sebagai semangat dari perubahan, memberikan kebebasan kepada setiap sekolah
untuk memberikan pembelajaran yang interaktif dan inovatif. Pada tahun ajaran
2025/2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan
Permendikdasmen nomor 13 tahun 2025 yang menekankan bahwa pembelajaran mendalam
sebagai fondasi dari seluruh proses pembelajaran. Hal ini tentunya menjadi
tantangan bagi satuan pendidikan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran
mendalam. Guru dan Kepala Sekolah pada satuan pendidikan yang mendapat BOS
Kinerja mendapatkan pelatihan langsung dari BBGTK mengenai Pembelajaran
Mendalam. Sedangkan bagi satuan pendidikan yang tidak mendapat BOS Kinerja
dalam memahami dan menerapkan pembelajaran mendalam harus mengikuti pelatihan
mandiri secara online. Sehingga perbedaan perlakuan ini menjadi kesenjangan
dalam menerapkan pembelajaran mendalam.
Adanya kesenjangan ini
menjadikan peran pengawas atau pendamping satuan pendidikan sangat vital. Pengawas
sekolah tidak hanya melakukan mengawasi keterlaksanaan pembelajaran, tetapi
lebih dari itu yaitu sebagai pendamping kepala sekolah dan guru dalam
menerapkan pembelajaran mendalam. Pundak seorang pengawas sekolah memiliki
tanggung jawab yang besar untuk menjembatani jurang antara harapan dan realita
tersebut. Memberikan ruang untuk guru kepala sekolah dalam memahami dan
menerapkan pendekatan pembelajaran serta memastikan bahwa pembelajaran berjalan
sesuai dengan kualitas dan mutu yang diharapkan. Gayung bersambut keinginan
guru dan kepala sekolah tersebut bersambut dengan semangat pengawas
sekolah dalam melaksanakan pendampingan Pembelajaran Mendalam melalui JABAR
BERAKSI.
B.
Tujuan pelaksanaan
kegiatan praktik baik
Tujuan pelaksanaan
praktik baik ini adalah untuk mengenalkan dan menerapkan pembelajaran mendalam
pada sekolah binaan. Dengan komitmen besar untuk menerapkan pembelajaran
mendalam.
II.
ISI
A. Situasi
Kondisi
Sebelum Melakukan Praktik Baik
Sekolah mengalami kebingungan dalam mengimpelemntasikan
pembelajaran mendalam. Pembelajaran yang selama ini dilakukan belum menggunakan
pendekatan pembelajaran mendalam.
Mengapa
Praktik Baik Ini Penting
Perlu adanya pendampingan pembelajaran mendalam melalui kegiatan
in house training dan supervisi pembelajaran. Pembelajaran yang menerapkan
pendekatan pembelajaran mendalam dapat menguatkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia
Hebat yaitu siswa gemar belajar sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajar siswa yang sejalan dengan harapan Kurikulum Merdeka yang fleksibel dan
berpusat pada siswa.
B. Tantangan
Implementasi praktik
baik dalam pendampingan pembelajaran mendalam ini memiliki tantangan yang tidak
bisa dipandang sebelah mata. Hal tersebut terlihat dari mindset yang selama ini
tertanam, dimana guru belum terbatas dalam memahami pembelajaran mendalam dan
belum bisa merubah mindset menjadi growth mindset.
C. Aksi
Perencanaan
Pada tahap perencanaan, langkah awal yang saya telah lakukan
adalah memetakan kekuatan dan kelemahan yang ada.
Diawali dengan memetakan sekolah yang mendapat BOS Kinerja dan tidak. Kemudian
melakukan observasi berbasis coaching
serta wawancara terhadap guru akan kesulitan menerapkan pembelajaran mendalam.
Kemudian membuat jadwal In House Training sesuai dengan kesepakatan dengan
sekolah.
Pelasanaan
Kegiatan pendampingan
dengan metoda training dilaksanakan pada sekolah yang tidak mendapat BOS
Kinerja. Sebelum melaksanakan IHT, pengawas sekolah menyebarkan link web site
yang memuat regulasi dan naskah akademik pembelajaran mendalam. Setelah guru
dan kepala sekolah membaca regulasi dan naskah akademik PM. Pengawas sekolah
melaksanakan in house training sampai kepada melakukan aksi nyata. Adapun alur
yang digunakan yaitu alur BINAR (Berpikir, Inkuiri, Aksi Nyata dan Refleksi).
Dalam alur Berpikir,
guru dan kepala sekolah membaca regulasi dan naskah akademik PM yang diberikan
pada link web site pengawasdikdas.blogspot.com. Kemudian pada alur inkuiri,
pengawas sekolah melakukan IHT sesuai jadwal yang disepakati untuk mengulas
hasil membaca dan menguatkan mengenai pembelajaran mendalam. Kemudian pada alur
aksi nyata, guru menyusun rencana pembelajaran serta melaksanakan
pembelajaran untuk disupervisi oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah.
Kemudian pada alur evaluasi, pengawa sekolah dalam hal ini sebagai observer
berdiskusi bersama guru untuk membahas hasil pembelajaran yang telah
dilaksanakan.
D. Result
Pada
tahap result saya akan membahasnya
dengan teknik 4F (Fact, Feeling, Finding
dan Future) sebagai berikut :
●
Fact
(Fakta yang ditemui)
Pendampingan
Pembealajaran Mendalam menggunakan alur BINA telah memberikan dampak yang
signifikan, hal ini terlihat dari rencana pembelajaran yang telah disusun guru
mencerminkan PM. Sebelum IHT dilakukan rencana pembelajaran belum mencerminkan
PM.
●
Feeling
(Perasaan yang dirasakan)
Setelah melaksanakan
pendampingan PM dengan akur BINA, guru
merasa bangga dan puas akan pembelajaran yang diberikan karena sudah
mengimpelementasikan PM.
●
Finding
(Penemuan baru)
Guru telah mampu
menyusun rencana pembelajaran mendalam serta mengimplementasikannya.
●
Future
(Rencana masa depan)
Pelaksanakan
pembelajaran mendalam akan terus diobservasi dengan kegiatan lesson study.
Fondasi yang telah kokoh dan kuat dalam penguatan pembelajaran mendalam tidak
hanya merubah mindset tapi lebih dari itu, yaitu menciptakan ekosistem yang
adaptif dan inovatif.







0 komentar:
Posting Komentar